Author : Widi_kim07
.
Tittle : The Sad Destiny
Main cast : - Kim so eun
- Kim sang bum
Other cast : lihat nanti
.
.
Maaf ceritanya Gaje. Cuma untuk mengisi waktu luang saja. Wkwkkk
*Happy Rading*
.
Waktu berputar begitu cepat, seperti angin yang tiba-tiba datang dan
tiba-tiba pula membawa pasir-pasir yang tidak bersalah jauh dari kawan
sejenisnya. Seperti virus yang tiba-tiba datang membawa takdir yang
tidak di inginkan. Merampas semua kebahagiaan yang harusnya dirasakan
oleh seorang gadis bernama Kim So Eun. Kebahagiaan yang seharusnya
datang sebagai balasan atas apa yang sudah ia perjuangkan selama ini.
Menjadi mahasiswi di universitas yang paling bergengsi di Seoul dengan
modal kepintaran sangatlah jarang, mendapat beasiswa penuh di salah satu
univ. di korea tidaklah mudah, begitupun dengan dirinya. So eun
berjuang semampu yang ia bisa demi membahagiakan eomma, appa dan oppa
nya di desa. Ya, kim so eun seorang wanita cantik juga pandai lahir di
desa Jangho yang berada di provinsi Gangwon. Salah satu desa terindah di
korea. Tapi, beberapa tahun lalu ia mendapatkan undangan beasiswa di
Seoul National University. Kesempatan itu tidak ia sia-sia kan. Demi
menggapai cita-citanya, ia rela meninggalkan keluarganya.
.
%%%%%%
Saat itu pun tiba, dimana ia telah lulus dan siap untuk magang di Rs.
Seoul. Ya, ia telah menjadi dokter sekarang. Balasan yang setimpal atas
apa yang telah ia perjuangkan. Akhirnya ia bisa meraih apa yang menjadi
keinginanya. Dan ia tidak sabar untuk memberikan kabar bahagia ini
kepada keluarganya. Ia sangat-sangat merindukan merindukan mereka semua.
.
%%%%%
.
Sampai saat ia kembali pulang kedesa, berniat ingin merayakan kelulusan
dengan keluarganya, ia malah dikejutkan dengan berita kematian ayahnya.
Mendengar itu so eun pun sangat syok. Niatan ia datang kesini untuk
melepas rindu dengan keluarganya dan sekaligus memberikan kejutan atas
kelulusannya. Tapi malah ia yang terkejut dengan berita yang baru saja
ia dengar. Berita yang sangat tidak dia inginkan kedatangannya "kematian
salah satu anggota keluarganya".
.
Langsung saja ia masuk kerumahnya, rumahnya yang kecil tapi terasa
sangat nyaman baginya. Disana ia melihat ibunya tengah menangis diatas
mayat ayahnya yang siap untuk dikebumikan. So eun pun berlari memeluk
eommanya.
" Eomma...hikks...hikss.. Apa yang terjadi eoh.. "
" Eunnie...hiks...akhirnya...hiks...kau datang...hikss...na " lirih
eomma sso.
" Apa yang terjadi dengan appa eommaa... Hiks... " kata so eun.
Sebelum eomma nya menjawab, tiba-tiba seorang laki-laki memanggilnya dan
langsung saja memeluk so eun dengan erat.
" Eunniee... " lirih jong in.
So eun pun menoleh dan dikagetkan dengan pelukan oppa nya yang
tiba-tiba.
" Oppa...hiks...appa...hiks.."
jongin pun memeluk so eun semakin erat. Kedua kakak beradik itu
terhanyut dengan kesedihan sekaligus kerinduan yang entah mengapa terasa
sangat menyakitkan.
.
%%%%%
.
Ayahnya telah dikebumikan 2 jam yang lalu. Orang-orang yang
berdatanganpun telah pulang kerumahnya masing-masing sejak 1 stengah jam
yang lalu. Kini kedua kakak beradik itu berada di kamar Sso,
hening...tidak ada yang berniat membuka suara . So eun masih sangat syok
dengan kejadian hari ini. Sedangkan eomma langsung mengurung diri
dikamarnya setelah pemakaman itu.
" Oppa" lirih so eun
" Ne" jawab jong in
" Sebenarnya...apa yang terjdi " tanya so eun menatap oppanya dengan
sendu.
" Sebenarnya...appa memiliki kanker otak stadium akhir sso" jawabnya
sambil menunduk.
" ka-kanker... Sejak ka-kapan?... Kenapa oppa tidak memberitahuku
eoh...kenapa oppa tidak...tidak menghubungiku. " tanya so eun sambil
menatap oppanya kecewa.
" Mian sso" lirih jong in.
Jong in pun memeluk adiknya dengan erat sambil mengusap rambut adik
kesayangannya. Setengah jam mereka terdiam, sso pun terlelap. Mungkin
karena ia kelelahan selama di perjalanan menuju kemari dan juga lelah
karena hampir seharian ini ia menangis.
.
%%%%%
.
Malam pun tiba, so eun bangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling dan
ia pun teringat kembali tentang ayahnya. Ia harap itu hanya mimpi. Pintu
kamar terbuka menampakkan jong in, dan ia sadar bahwa itu semua bukan
mimpi. Itu semua nyata. Oh Tuhan.
"Sso, kau sudah bangun" tanya jong in. Ia pun masuk dan menghampiri
adiknya yang masih berbaring dikasurnya.
"Ne" lirihnya.
"Oppa ingin bicara padamu"
"Oppa rasa kamu sudah pantas mengetahui kebenarannya, karena sso sudah
dewasa. Benar" ucap jong in. Sso mengangguk.
Jongin terdiam sejenak.
"Saat itu, saat oppa dan eomma baru mengetahui penyakit appa. Oppa
berniat memberitahumu. Tapi, appa melarangnya, appa tidak mau kamu sedih
dan akhirnya mengganggu konsentrasimu"
"Lalu"
"Oppa menyetjuinya, dengan syarat appa mau melakukan operasi. Operasi
itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit Sso. Jadi oppa meminta bantuan
kepada Tugan Kim jung so"
"Tuan kim bersedia membantu, tapi dengan satu syarat...." jong in
menatap sso sendu.
" syarat? Apa itu?" tanya sso.
" Dengan syarat....
'
.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar