Jumat, 06 Januari 2017

Author : Widi_kim07 .
 Tittle : The Sad Destiny
Main cast : - Kim so eun
 - Kim sang bum
Other cast : lihat nanti .
. Maaf ceritanya Gaje. Cuma untuk mengisi waktu luang saja. Wkwkkk
*Happy Rading*
. Waktu berputar begitu cepat, seperti angin yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba pula membawa pasir-pasir yang tidak bersalah jauh dari kawan sejenisnya. Seperti virus yang tiba-tiba datang membawa takdir yang tidak di inginkan. Merampas semua kebahagiaan yang harusnya dirasakan oleh seorang gadis bernama Kim So Eun. Kebahagiaan yang seharusnya datang sebagai balasan atas apa yang sudah ia perjuangkan selama ini. Menjadi mahasiswi di universitas yang paling bergengsi di Seoul dengan modal kepintaran sangatlah jarang, mendapat beasiswa penuh di salah satu univ. di korea tidaklah mudah, begitupun dengan dirinya. So eun berjuang semampu yang ia bisa demi membahagiakan eomma, appa dan oppa nya di desa. Ya, kim so eun seorang wanita cantik juga pandai lahir di desa Jangho yang berada di provinsi Gangwon. Salah satu desa terindah di korea. Tapi, beberapa tahun lalu ia mendapatkan undangan beasiswa di Seoul National University. Kesempatan itu tidak ia sia-sia kan. Demi menggapai cita-citanya, ia rela meninggalkan keluarganya. .
 %%%%%%
 Saat itu pun tiba, dimana ia telah lulus dan siap untuk magang di Rs. Seoul. Ya, ia telah menjadi dokter sekarang. Balasan yang setimpal atas apa yang telah ia perjuangkan. Akhirnya ia bisa meraih apa yang menjadi keinginanya. Dan ia tidak sabar untuk memberikan kabar bahagia ini kepada keluarganya. Ia sangat-sangat merindukan merindukan mereka semua. .
 %%%%%
 . Sampai saat ia kembali pulang kedesa, berniat ingin merayakan kelulusan dengan keluarganya, ia malah dikejutkan dengan berita kematian ayahnya. Mendengar itu so eun pun sangat syok. Niatan ia datang kesini untuk melepas rindu dengan keluarganya dan sekaligus memberikan kejutan atas kelulusannya. Tapi malah ia yang terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar. Berita yang sangat tidak dia inginkan kedatangannya "kematian salah satu anggota keluarganya". . Langsung saja ia masuk kerumahnya, rumahnya yang kecil tapi terasa sangat nyaman baginya. Disana ia melihat ibunya tengah menangis diatas mayat ayahnya yang siap untuk dikebumikan. So eun pun berlari memeluk eommanya. " Eomma...hikks...hikss.. Apa yang terjadi eoh.. " " Eunnie...hiks...akhirnya...hiks...kau datang...hikss...na " lirih eomma sso. " Apa yang terjadi dengan appa eommaa... Hiks... " kata so eun. Sebelum eomma nya menjawab, tiba-tiba seorang laki-laki memanggilnya dan langsung saja memeluk so eun dengan erat. " Eunniee... " lirih jong in. So eun pun menoleh dan dikagetkan dengan pelukan oppa nya yang tiba-tiba. " Oppa...hiks...appa...hiks.." jongin pun memeluk so eun semakin erat. Kedua kakak beradik itu terhanyut dengan kesedihan sekaligus kerinduan yang entah mengapa terasa sangat menyakitkan. . %%%%% . Ayahnya telah dikebumikan 2 jam yang lalu. Orang-orang yang berdatanganpun telah pulang kerumahnya masing-masing sejak 1 stengah jam yang lalu. Kini kedua kakak beradik itu berada di kamar Sso, hening...tidak ada yang berniat membuka suara . So eun masih sangat syok dengan kejadian hari ini. Sedangkan eomma langsung mengurung diri dikamarnya setelah pemakaman itu. " Oppa" lirih so eun " Ne" jawab jong in " Sebenarnya...apa yang terjdi " tanya so eun menatap oppanya dengan sendu. " Sebenarnya...appa memiliki kanker otak stadium akhir sso" jawabnya sambil menunduk. " ka-kanker... Sejak ka-kapan?... Kenapa oppa tidak memberitahuku eoh...kenapa oppa tidak...tidak menghubungiku. " tanya so eun sambil menatap oppanya kecewa. " Mian sso" lirih jong in. Jong in pun memeluk adiknya dengan erat sambil mengusap rambut adik kesayangannya. Setengah jam mereka terdiam, sso pun terlelap. Mungkin karena ia kelelahan selama di perjalanan menuju kemari dan juga lelah karena hampir seharian ini ia menangis. .
 %%%%%
. Malam pun tiba, so eun bangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling dan ia pun teringat kembali tentang ayahnya. Ia harap itu hanya mimpi. Pintu kamar terbuka menampakkan jong in, dan ia sadar bahwa itu semua bukan mimpi. Itu semua nyata. Oh Tuhan. "Sso, kau sudah bangun" tanya jong in. Ia pun masuk dan menghampiri adiknya yang masih berbaring dikasurnya. "Ne" lirihnya. "Oppa ingin bicara padamu" "Oppa rasa kamu sudah pantas mengetahui kebenarannya, karena sso sudah dewasa. Benar" ucap jong in. Sso mengangguk. Jongin terdiam sejenak. "Saat itu, saat oppa dan eomma baru mengetahui penyakit appa. Oppa berniat memberitahumu. Tapi, appa melarangnya, appa tidak mau kamu sedih dan akhirnya mengganggu konsentrasimu" "Lalu" "Oppa menyetjuinya, dengan syarat appa mau melakukan operasi. Operasi itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit Sso. Jadi oppa meminta bantuan kepada Tugan Kim jung so" "Tuan kim bersedia membantu, tapi dengan satu syarat...." jong in menatap sso sendu. " syarat? Apa itu?" tanya sso. " Dengan syarat....
' .
 TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar